|
|
Sinopsis Buku: Kebiasaan melakukan doa arwah selama 7 hari berturut-turut sejak kematian sungguh baik, walaupun Gereja tidak pernah membatasi waktu kapan mendoakan arwah. Doa bersama, selain menunjukkan kesetiakawanan terhadap keluarga yang berduka, juga sebagai pelipur lara; bagi umat lainnya, dapat sebagai sarana memupuk persaudaraan umat, lebih-lebih dalam menguatkan iman masing-masing. Buku ini dipersiapkan untuk membantu pemandu doa arwah sebagai variasi doa, agar suasana doa tidak monoton dan membosankan. Susunan doa, bacaan Kitab Suci, lebih-lebih renungan atau gagasan homili di dalamnya dapat diolah kembali sesuai kebijaksanaan pemandu doa. Tersedia juga dalam edisi berbahasa Jawa.
Resensi Buku:
Jadilah yang pertama untuk meresensi buku ini!
Buku Sejenis Lainnya:
oleh Basuki W, Andreas
Rp 14.000 Rp 11.900 Di zaman modern ini waktu untuk merenung dan merefleksikan pengalaman hidup terasa kian sempit. Akibatnya, pengalaman-pengalaman berlalu begitu ... [selengkapnya] | oleh Mangunhardjana, AM
Rp 3.000 Rp 2.550 Buku kecil ini memberikan contoh-contoh sikap tubuh dalam berdoa, agar penghayatan iman mendapatkan ekspresi yang cocok. [selengkapnya] | oleh Gilarso, T, Drs, SJ
Rp 25.000 Rp 21.250 Sebagai anggota Gereja, kaum awam pun dipanggil dan diutus untuk memberitakan Kabar Baik di antara masyarakatnya. Dengan kata "kerasulan awam" ... [selengkapnya] | oleh Armada Riyanto, E, FX, CM
Rp 20.000 Rp 17.000 Gereja Indonesia hidup di tengah masyarakat plural. Hubungan antaragama yang harmonis menjadi tuntunan untuk mencapai persatuan dan kesatuan bangsa. ... [selengkapnya] |
Lihat semua buku sejenis »
 Advertisement
|
|