|
|
 |
Deru Campur Debu
oleh: Chairil Anwar > Puisi & Sastra » Puisi
| List Price : | Rp 30.000 |
|
Your Price : |
Rp 25.500 (15% OFF)
|
| |
| Penerbit : |
Dian Rakyat |
| Edisi : | Soft Cover |
| Tgl Penerbitan : | 2007 |
| Bahasa : | Indonesia/english |
| |
| Halaman : | 64 hlm |
| Ukuran : | 14 x 20,5 cm |
|
Sinopsis Buku: Buku ini berisi sajak-sajak terkemuka Chairil Anwar yang dihiasi dengan ilustrasi. Dari kumpulan sajak ini tercermin perjuangan yang tak pernah padam dan terus membahana dalam perjalanan waktu. Meski ia telah lama pergi, karya-karyanya masih dapat kita nikmati hingga sekarang.
Chairil Anwar, the pioneer of Indonesian modern literature expressed his over flaming spirit in words:"I want to live a thousands more years". His extraordinary works has always been will always be loved by his readers.
Resensi Buku:
    Resensi judul buku Deru Campur Debu oleh: linda toLonG dUnzZZ tAmPiliN ReseNsi buku Deru Campur Debu
thank'z yau
Add your review for this book!
Buku Lainnya oleh Chairil Anwar:
 | Kumpulan Terjemahan dan Esai
Rp 18.000 Rp 15.300 Buku in melukiskan keragu-raguan seorang anak muda yang dibesarkan dalam lingkungan agama Protestan oleh tiga orang perempuan: ibunya, bibinya, dan ... [selengkapnya] |  | Rp 25.000 Rp 21.250 Buku ini berisi sajak-sajak terkemuka Chairil Anwar yang dihiasi dengan ilustrasi. Dari kumpulan sajak ini tercermin perjuangan yang tak pernah padam ... [selengkapnya] |  | Rp 23.000 Rp 19.550 Selama ini kita tidak bisa menemukan sajak-sajak Chairil Anwar dalam satu buku. Sebagian kita temukan dalam Deru Campur Debu dan Kerikil Tajam dan ... [selengkapnya] |
Lihat semua buku yang dikarang oleh Chairil Anwar »
| Tentang Pengarang:
 Chairil Anwar adalah seorang penyair besar Indonesia yang karya-karyanya abadi sepanjang zaman. Ia lahir di Medan, 26 Juni 1922 dan meninggal dengan usia yang sangat muda pada tanggal 28 April 1949 di Jakarta. Pendidikan yang sempat ditekuninya adalah HIS dan MULO (tidak tamat). Ia adalah ujung tombak Angkatan 45 yang menciptakan trend baru pemakaian kata dalam berpuisi. Tidak seperti penyair angkatan terdahulu, Pujangga Baru, yang cenderung mendayu-dayu dan romantis, kata-kata dalam puisi-puisi Chairil terlihat sangat lugas, solid dan kuat. Salah satu puisinya yang paling sering dideklamasikan berjudul Aku dengan lariknya yang terkenal "Aku mau hidup Seribu Tahun lagi!". Selain menulis puisi, ia juga menerjemahkan karya sastra asing ke dalam bahasa Indonesia. Buku kumpulan puisinya yang ... [ selengkapnya]
|
Buku Sejenis Lainnya:
oleh Nani Tandjung, Nungky Irma Nurmala, Ratih Sanggarwaty
Rp 37.500 Rp 31.875 Kumpulan puisi ini ditulis dengan jujur dan tanpa pretensi apa pun oleh lima perempuan dari berbagai latar belakang; pengusaha, mantan peragawati ... [selengkapnya] | oleh Asma Nadia & Birulaut
Rp 31.000 Rp 26.350 Kerinduan yang kupunya
Masih sama seperti bertahun lalu:
Saat tirai jendela
Hanya menyiakan keheningan
Dan nyanyian burung-burung
Menerbangkan ... [selengkapnya] | oleh Tan Lioe Ie
Rp 30.000 Rp 25.500 Tan Lioe Le mungkin bisa di sebut sebagai penyair pertama di Indonesia yang serius melakukan eksplorasi atas ritual dan mitologi Tionghoa untuk ... [selengkapnya] | oleh Emha Ainun Nadjib
Rp 35.000 Rp 29.750 Kumpulan puisi ini merupakan ungkapan Emha mengenai berbagai keterlibatannya dalam wilayah lapangan hidup manusia: dari pemberdayaan ekonomi rakyat, ... [selengkapnya] |
Lihat semua buku sejenis »
 Advertisement
|
|