Cari berdasarkan:



Mutawasilah








Mutawasilah 
> Puisi & Sastra » Puisi
> Religius » Islam » General

List Price :   Rp 38.000
Your Price :    Rp 32.300 (15% OFF)
 
Penerbit :    Yayasan Riyadhatul Ihsan
Edisi :    Soft Cover
Tgl Penerbitan :    2008
Bahasa :    Indonesia
 
Sinopsis Buku:
Buku ini memberikan gambaran yang nyata tentang kehidupan manusia yang tidak mengikuti tuntunan atau pedoman hidup Al Qur’an dan Sunnah Nabi, sehingga cara pandangnya terhadap kehidupan ini menjadi terbalik. Yang baik akan menjadi buruk dan yang buruk akan menjadi baik.

Jika manusia tidak berpedoman pada Kitab SuciNya maka ia akan mengalami pra kebenaran atau Mutawasilah alias kelabu dan tidak jelas. Manusia yang hatinya yang sudah tidak sensitif lagi terhadap kehadiran Allah dan RasulNya, akan sulit untuk melihat kebenaran, sehingga ia menjadi orang yang syirik, musyrik, suka hasat, suka hasut, suka iri dan dengki, suka melampaui batas kewenangan yang diberikan oleh Allah, suka menghina, suka ghibah dan memfitnah, suka mengejek, suka meremehkan orang lain, suka menghujat, suka berdebat, suka berselisih dsb.

Jika tidak segera bergegas menghadap Allah dan bertobat dengan penuh ketulusan, maka manusia semakin hari akan semakin mutawasilah.




Resensi Buku:
Jadilah yang pertama untuk meresensi buku ini!



Buku Sejenis Lainnya:
oleh S. Takdir Alisjahbana
Rp 225.000
Rp 191.250
Merupakan potret dari masa masyarakat yang berbeda. Hasil didikan S. Takdir Alisjahbana yang di kumpulkan dari karya berbagai sastrawan. Puisi ...  [selengkapnya]
oleh Lulu Ratna, Olin Monteiro, Oppie Andaresta, Vivian Idris
Rp 17.500
Rp 14.000
"Kumpulan Puisi Perempuan Bukan Penyair"Inilah buku puisi empat perempuan penyair yang selama menulis tidak perlu publikasi. Luar Biasa!--Hamsad ...  [selengkapnya]
oleh Pitres Sombowadile
Rp 32.500
Rp 27.625
“…Puisi-pusinya dalam kumpulan ini, yang menunjukkan kemampuannya untuk tampil sebagai cempiang yang meramu kata-kata antara hendak menyair dengan ...  [selengkapnya]
oleh Mudji Sutrisno
Rp 15.000
Rp 12.750
Renung Mengapa ramai bincang bisa jadi prosa tanpa hening renung? apa prosa kata bisa jadi putik puisi tanpa samadi ruang? apa puisi bisa jadi ...  [selengkapnya]


Lihat semua buku sejenis »




Advertisement