|
| 1. | 
| oleh Danarto
Rp 27.000 Rp 22.950 Tiba-tiba Izrail lenyap digantikan oleh sekuntum malaikat lain yang berbeda. Tubuh malaikat yang muncul
tiba-tiba itu berubah-ubah bentuknya, dari mawar, lalu melati, kemudian kenanga, lantas bunga ... [selengkapnya]
|
|
| 2. | 
| oleh Edward Mangunsong
Rp 20.000 Rp 17.000 [selengkapnya]
|
|
| 3. | 
| oleh JM Coetzee
Rp 35.000 Rp 29.750 Tokoh Lurie menjadi bukti betapapun orang secara individu ingin bebas dari kondisi sosial, lepas dari situasi komunal, berusaha merdeka, semata-mata memperhatikan kepuasan dan kenyamanan sendiri, ... [selengkapnya]
|
|
| 4. | 
| oleh Bagus Takwin
Rp 40.000 Rp 34.000 Sampailah di satu saat. Hidup adalah sketsa-sketsa yang terlihat di balik jendela pada pagi-pagi kita membukanya, membiarkan matahari masuk menerobos kamar. Langkah-langkah yang kita ayun sejak pintu ... [selengkapnya]
|
|
| 5. | 
| oleh Chairil Anwar
*** Out of Print *** Selama ini kita tidak bisa menemukan sajak-sajak Chairil Anwar dalam satu buku. Sebagian kita temukan dalam Deru Campur Debu dan Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Putus, sedangkan sebagian ... [selengkapnya]
|
|
| 6. | 
| oleh Seno Gumira Ajidarma
Rp 30.000 Rp 25.500 Rumah adalah semesta manusia. Semesta adalah rumah manusia. Suka atau tidak, manusia berumah dalam semesta, menjadikan rumah dan semesta sebagai dunianya-dan tiada tempat lain ke mana ia bisa pergi ... [selengkapnya]
|
|
| 7. | 
| oleh Jean Echenoz
[selengkapnya]
|
|
| 8. | 
| oleh Sjuman Djaya
Rp 35.000 Rp 28.000 Bom atom pertama meledak di kota Hiroshima. Langit berselaput awan cendawan berbisa. Ketika memburai awan ini, bumi laksana ditimpa hujan salju yang ganas. Gedung-gedung beton runtuh. Aspal-aspal ... [selengkapnya]
|
|
| 9. | 
| oleh Richard Schacht
Rp 59.000 Rp 50.150 "Alienasi" merupakan hal yang sangat lazim dalam kehidupan masa kini. Ketika peresensi buku, film, dan teater Menyatakan bahwa suatu karya bertalian dengan alienasi, mereka biasanya bermaksud ... [selengkapnya]
|
|
| 10. | 
| oleh Sindhunata
Rp 50.000 Rp 42.500 "Terimalah perhiasanku ini, Nak," kata Dewi Sukesi. Dan perempua tua ini pun mengalungkan untaian kembang kenanga di dada Kumbakarna! Mendadak alam pun membalik ke masa lalu. Tanpa malu-malu. Jeritan ... [selengkapnya]
|
|